Apa Iya Keuntungan Asuransi Unit Link Gak Sesuai Harapan?

 

keuntungan asuransi unit link

 

 

“Duh, ketipu gue, ikut asuransi plus investasi tapi hasilnya tipiiiis,” kata Edo. “Masak, dari premi yang gue bayar, hanya 60 persen yang jadi investasi.”

 

Mendengar keluhan kawannya itu, Jimi mengatakan, “Lo ikut asuransi unit link ya? Sudah baca seluruh syarat dan ketentuannya belum pas ikut?”

 

“Kok lo tahu? Belum baca Jim,” Edo menjawab. “Lhaaaa itu…. Gak ada gunanya protes, lu juga salah, asal ikut aja.”

 

Kasus kayak gini gak hanya dialami Edo. Mungkin kamu pernah, atau bahkan sedang mengalaminya juga?

 

Investasi asuransi unit link pada dasarnya baik. Bisa menampung keinginan masyarakat yang mau berinvestasi sekaligus mendapat perlindungan asuransi.

 

Masalahnya, masih banyak warga yang belum paham betul mengenai seluk-beluk asuransi unit link. Di sisi lain, masih ada agen asuransi main tembak dengan menerapkan prinsip asal dapat nasabah.

 

Akhirnya, masyarakat yang jadi korban. Karena itu, sebagai konsumen kita mesti mengerti dulu apa yang mau dikonsumsi.

 

Kayak beli suatu produk kebutuhan rumah aja. Lihat-lihat dulu kualitasnya, harganya, juga hal lain yang penting.

 

[Baca: Jangan Sembarangan Beli, 4 Tips Membeli Furniture Rumah Ini Wajib Diperhatikan]

 

Soal asuransi unit link, sebetulnya gak ada istilah “tertipu” seperti yang disebut Edo. Sebab segala mekanisme yang berlaku dalam produk asuransi itu sudah ada, jelas, dan bisa kita akses.

 

Tinggal kita sendiri. Mau baca atau tidak deretan tulisan itu. Yang seperti ini kan yang sering jadi penyakit: malas baca.

 

Begitu kena batunya, baru teriak ke sana-kemari. Beda urusannya kalau memang ada indikasi penipuan dalam asuransi ini.

 

keuntungan asuransi unit link

Asuransi unit link memang jadi cara investasi yang bagus karena memberikan proteksi juga

 

 

Misalnya kita bayar lewat agen, tapi dibawa lari. Atau malah kita berurusan dengan agen asuransi abal-abal.

 

[Baca:  Jangan Takut Sama Asuransi, Perluas Wawasan Kamu Tentang Asuransi Kesehatan Terbaik di Portal Ini]

 

Asuransi Unit Link Gak Bikin Untung?

Seperti disebutkan sebelumnya, asuransi unit link memadukan investasi dan proteksi. Jadi, premi yang kita bayarkan akan dibagi untuk dua tujuan tersebut.

 

Karena itulah keuntungan asuransi unit link kadang gak sesuai dengan harapan. Kadang kitanya juga yang terlalu berharap.

 

Keuntungan asuransi unit link gak bisa dibandingkan dengan return produk yang murni investasi, misalnya reksa dana. Karena ya jelas pasti kebanting.

 

Mekanisme pembagian dana untuk investasi dan asuransi umumnya 60:40. Umpamanya premi Rp 1 juta, berarti Rp 600 ribu buat investasi, dan Rp 400 ribu sisanya buat proteksi.

 

Dengan demikian, return yang dihitung hanya dari uang Rp 600 ribu itu. Keliru kalau kita hitung hasil investasi dari seluruh duit Rp 1 juta yang kita bayarkan.

 

Selain itu, dana investasi itu baru dihitung setelah memasuki pembayaran premi tahun kedua. Jadi, selama setahun, duit Rp 1 juta itu hanya buat proteksi.

 

Makanya, perkembangan hasil investasi dari asuransi unit link terbilang lambat. Informasi ini seharusnya disampaikan agen saat menawarkan produk asuransi unit link agar tidak terjadi kesalahpahaman kelak.

 

keuntungan asuransi unit link

Mencari produk investasi dengan imbal balik paling gede? Ya gak bakal ada bro

 

 

Produk asuransi unit link sendiri ada banyak. Yang sering dilirik orang antara lain asuransi pendidikan. Para orang tua tertarik mengikuti asuransi ini demi kebutuhan pendidikan anaknya nanti.

 

Sembari berinvestasi untuk pendidikan, si anak beroleh proteksi asuransi juga. Ini berbeda dengan pesaingnya, tabungan pendidikan yang ditawarkan bank tanpa proteksi.

 

[Baca: Duh, Pilih Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan Ya? Bandingin Yuk]

 

Poin kesimpulan yang ditarik dari penjelasan ini adalah:

Asuransi unit link tidak maksimal jika diperlakukan sebagai investasi murni

Hasil investasi murni, seperti reksa dana dan saham, umumnya lebih tinggi ketimbang unit link.

 

Kesimpulan ini mengindikasikan bahwa kita sebaiknya berinvestasi saja jika ingin mendapat hasil maksimal. Adapun asuransi khusus dipakai buat mendapatkan proteksi.

 

Keputusan memilih asuransi unit link bergantung pada kita sendiri. Sebab kebutuhan tiap orang berbeda.

 

Hanya, pastikan saja segala ketentuan yang menyertai dibaca dan dipahami dengan baik.Jika memang dirasa gak pas dengan kebutuhan, gak perlu memaksakan diri.

 

keuntungan asuransi unit link

Jangan keblinger dulu dengan return yang besar, fokus saja buat masa depanmu

 

 

Apalagi seperti Edo. Gak baca, langsung teken kesepakatan. Itu namanya sembrono.

 

[Baca: Kenapa Harus Bingung Memilih Asuransi Pendidikan?]

 

 

 

Image credit:

  • http://www.finansialku.com/wp-content/uploads/2015/08/Apakah-Investasi-di-UnitLink-Menguntungkan-Perencana-Keuangan-Independen-Finansialku.jpg
  • http://citraindonesia.com/wp-content/uploads/2015/11/tujuan-investasi-131204b.jpg
  • http://assets.kompas.com/data/photo/2011/03/01/1156533620X310.jpg

Kamu Pilih Mana, DP Rumah Pertama atau Mengadakan Pernikahan Mewah?

dp rumah pertama

 

 

Kalau jawabnya lama banget, tanda lagi galau. Bila jawabnya cepat, pasti sudah punya rencana. Begitu reaksi kalau disodori pertanyaan, mau bikin pernikahan mewah atau siapkan uang muka rumah dulu.

 

Enaknya enggak usah milih. Dapat dua-duanya. Tapi kan hidup ini pilihan. Tak banyak yang dikaruniai kenikmatan bisa lakoni pernikahan mewah sekaligus bisa beli rumah.

 

[Baca: Tips Hemat Sebar Undangan Nikah ke Handai Taulan]

 

Sebenarnya menikah atau beli rumah adalah dua hal yang tak perlu dipertentangkan. Segerakanlah menikah ketika sudah dalam usia matang dan siap menjadi tumpuan. Kemudian baru bicara rumah bersama pasangan.

 

Lain halnya belum siap, maka bisa mengalokasikan dana untuk membeli rumah. Kemudian barulah memikirkan pernikahan saat waktunya tiba.

 

Faktanya tak sesederhana itu. Tetap saja mengambil keputusan menikah secara mewah atau alokasikan dana untuk DP rumah pertama bukan perkara mudah.

 

Biar membuka pandangan, coba deh cek dulu beberapa hal berikut ini biar ada hati makin mantab dan tiada galau lagi.

 

1. Siapkan Diri

Seperti disebutkan sebelumnya, faktor utama mengambil keputusan antara menikah atau uang muka rumah adalah masalah kesiapan diri. Tidak bisa disebut menunda menikah untuk bisa membeli rumah lebih baik daripada mendahului menikah dan menomorduakan rumah.

 

dp rumah pertama

Momen pernikahan bakal dikenang sampai kapanpun, gak heran kalau pasangan rela merogoh kocek dalam-dalam

 

 

Lagi-lagi dua hal itu tak bisa dipertentangkan. Sah-sah saja bersama pasangan bermimpi bisa menikah secara mewah. Terus tak bisa disalahkan juga berkhayal bisa punya rumah dulu.

 

2. Pertimbangan masak-masak

Memutuskan dua hal yang sama-sama berpengaruh terhadap masa depan menuntut pertimbangan yang masak. Menikah dan membeli rumah merupakan putusan ‘next level’. Keputusan yang berpengaruh di hari esoknya.

 

Sektor finansial bisa jadi dasar utama dalam pertimbangan. Katakanlah dikaruniai finansial yang bagus, tak ada salahnya mendahului pembelian rumah. Begitu urusan pesta pernikahan usai, ada tempat yang langsung bisa ditinggali.

 

Opsi kedua, menikah dulu. Hanya tak semua anggaran dihabiskan untuk resepsi pernikahan. Ada sebagian yang dialokasikan untuk uang muka rumah. Nah asyiknya opsi ini adalah membeli rumah menjadi keputusan bersama yang pertama dibuat setelah berstatus pasangan suami istri.

 

[Baca: Menikah Bisa Bikin Makmur Lho, Asal Terapkan Jurus Ini]

 

Hanya sekali lagi, antara opsi pertama dan yang kedua tidak bisa dinilai secara apple to apple. Keduanya tetap sama baiknya.

 

3. Harga properti

Menunda beli rumah dianggap keputusan yang buruk mengingat harga properti yang terus naik. Tak salah sih. Memiliki rumah sama halnya memiliki aset yang nilainya akan terus bergerak naik.

 

dp rumah pertama

Properti emang kadang jadi sumber kegalauan, butuh pertimbangan ini-itu sebelum mantap ngasih DP

 

 

Ini yang bisa jadi sumber kegalauan antara menikah dulu atau beli rumah dulu. Kalau sudah begini, jangan egois dong. Lebih baik kegalauanya dibagi sama pasangan.

 

Ajaklah dia diskusi seputar opsi beli rumah atau menikah dulu. Dari situ akan didapat keputusan bersama yang melahirkan konsensus. Siapa tahu pasangan punya ide brilian yang kadang tak terpikirkan sebelumnya. Coba deh!

 

Cek Ini Dulu Sebelum Nikah

Menikah itu bawa rejeki. Itu setuju banget. Cuma tetap diingat, menikah itu urusan jangan panjang dan hidup bersama pasangan hingga ajal menjemput.

 

Di samping itu, menikah juga terkait urusannya dengan persoalan finansial. Masalah finansial yang dialami pasangan secara otomatis jadi masalah kita juga setelah ijab kabul dilakukan. Praktis, masalah finansial ini bakal berpengaruh terhadap keputusan keuangan lainnya, misalnya membeli rumah.

 

[Baca: Silakan Ambil Pinjaman Bank untuk Menikah, Asalkan Tahu Syaratnya]

 

Maka itu, sebelum menikah, coba cek hal-hal berikut ini yang terkait dengan finansial.

 

1. Utang

Pastikan kartu kredit kita dan pasangan sudah dilunasi. Ingat ya, kegagalan bayar kartu kredit bisa memengaruhi skor kredit dan tercatat buruk di BI Checking. Skor kredit yang buruk akan mempersulit pengajuan kredit rumah. Kan enggak enak dong, ketika pasangan skor kreditnya bagus tapi kita jelek, bikin masalah saat kredit rumah.

 

[Baca: BI Chekcing Jadi Sumber Masalah Aplikasi Ditolak]

 

Selain utang kartu kredit, cek juga utang lainnya sudah beres. Entah itu kredit kendaraan atau kredit konsumsi lainnya.

 

Tanyakan ke pasangan, apakah masih ada tanggungan utang yang belum kelar. Ketika belum, lebih baik dirembug dulu. Maklumlah, menikah itu adalah titik di mana kita menanggung dan menjadi penanggung bagi pihak lain.

 

dp rumah pertama

Punya aset kayak emas itu pilihan bagus. Bisa jadi sumber investasi yang oke

 

2. Aset

Syukur-syukur kita atau pasangan punya aset. Misalnya logam mulia, tabungan, atau bisa juga rumah. Keren kan kalau pasangan bisa beli rumah saat masih single. Lagi pula, beli rumah itu bukan kewajibannya dari pihak cowok, dari pihak cewek juga bisa kok.

 

Memang sih lebih keren dari pihak cowoknya mengingat rumah itu bisa jadi mas kawin yang disebut saat akad nikah. Begitu resmi, silakan diskusi untuk menjual mas kawin itu sebagai modal uang muka untuk beli rumah lebih besar lagi.

 

3. Finansial

Urusan satu ini terkait banget buat menjawab pertanyaan kira-kira berapa tabungan dan aset yang idealnya dimiliki dulu sebelum menikah. Bisa jadi semua orang punya jawaban yang berbeda-beda.

 

Biar gampangnya, tabungan atau aset yang dimiliki itu minimal cukup untuk dialokasikan untuk empat kepentingan yang menuntut pengeluaran besar. Empatnya itu adalah biaya nikah, uang muka rumah, biaya hidup minimal enam bulan, dan biaya kelahiran anak.

 

Sekali lagi itu idealnya. Jadi bukan berarti sebuah keharusan. Bisa saja saldo tabungan dan aset baru bisa cukup untuk biaya nikah dan uang muka rumah, maka bisa menunda kelahiran anak. Intinya sih disesuaikan dengan kebutuhan.

 

Kok jadi panjang ya penjelasannya? Ya mesti begitu. Memutuskan siapkan duit untuk uang muka rumah atau pun menikah memang enggak bisa sembarangan. Hanya jangan pula berlama-lama mempertimbangkannya.

 

dp rumah pertama

Yang jelas, sebelum memutuskan sesuatu, bicarakan dulu dengan pasangan

 

 

Tetap percaya sama Tuhan dong. Pasti Dia memberikan yang terbaik. Bagaimana pun, menikah dan beli rumah sama-sama kenikmatan dari Tuhan.

 

 

 

Image credit: 

  • http://4.bp.blogspot.com/-xWzhZeEPK7Q/Uv5z1PLuqwI/AAAAAAAAAJU/sTZThho-DAY/s1600/tempat-hotel-pernikahan-mewah.jpg
  • https://id2-cdn.pgimgs.com/cms/news/2016/01/FIMG-GRKR.original.jpg
  • http://img.bisnis.com/posts/2016/06/20/559511/emas1.jpg
  • http://i.huffpost.com/gen/1965711/images/o-FAMILY-WEDDINGS-facebook.jpg

Habis Lebaran Terbitlah Utang? Hindari dengan 5 Tips Mujarab Ini

habis lebaran terbitlah utang

 

 

Lebaran. Siapa yang gak happy saat hari kemenangan yang dinanti tiba. Sudah terbayang deh tuh berkumpul bersama keluarga besar di kampung.

 

Lebaran tanpa mudik tuh bagaikan sayur tanpa garam, hambar bro! Tapi nih, yang sudah-sudah sih setelah kegembiraan Lebaran berlalu dan harus kembali ke ibukota, kantong cekak dan hidup prihatin.

 

[Baca: Walau Sudah Ada Asuransi Mobil All Risk Tetap Harus Perhatikan 11 Hal Ini Sebelum Ninggalin Kendaraan Saat Mudik]  

 

 

Uang habis-habisan setelah rutinitas mudik mah bukan hal baru ya. Cerita ini selalu berulang setiap tahun. Coba deh buat tahun ini berbeda dengan melakukan hal-hal berikut ini biar gak amsyong setelah mudik.

 

1. Buat Catatan Pengeluaran

Catatan pengeluaran yang dimaksud di sini pastinya pengeluaran selama mudik lebaran ya. Mulai dari pengeluaran transportasi, akomodasi (kalau harus menginap di hotel atau losmen).

 

Belum lagi pengeluaran rekreasi bersama keluarga besar selama di kampung, angpao, biaya hidup sehari-hari selama mudik dan oleh-oleh. Waduh banyak ya! Menurut ngana?

 

habis lebaran terbitlah utang

Hayooo jangan males nyatet kalau gak mau kaget lihat dompet kosong ya!

 

 

Dengan membuat catatan detail pengeluaran selama mudik, kamu bisa membuat anggaran. Iya tahu, mudik Lebaran emang saatnya happy-happy bareng orang-orang tersayang. Tapi bukan berarti gak dikendalikan dong semua pengeluaran kamu.

 

2. Sisihkan Sebagian Dana THR Sebagai Dana Cadangan

Kita seringkali terlena dan kalap saat sudah terima THR. Yang ada di benak hanyalah gimana menghabiskan THR untuk semua kebutuhan lebaran.

 

Alangkah lebih baiknya kamu menyisihkan sebagian (semisal 20%) untuk ditabung sebagai dana cadangan. Dana ini bisa berguna loh sebagai pegangan kamu setelah rutinitas dan keriaan berlebaran selesai. Bahkan bisa sebagai modal awal kamu untuk mulai berinvestasi.

 

3. Jangan Gunakan Gaji

Usahakan untuk gak menggunakan gaji bulanan kamu untuk semua pengeluaran yang berhubungan dengan kegiatan mudik.  Maksimalkan saja uang THR. Lebih bagus lagi kalau THR itu pun gak kamu habiskan untuk keperluan mudik dan lebaran.

 

Uang gaji sebaiknya digunakan hanya untuk pos pengeluaran rutin setiap bulan seperti untuk membayar tagihan-tagihan. Sebisa mungkin kurangi budget hangout dan belanja kamu untuk bulan ini ya. Supaya dari gaji bulan ini kamu punya sisa uang sedikit lebih banyak untuk ditabung.

 

habis lebaran terbtlah utang

Terima gaji jangan gelap mata, simpeeen bro!

 

 

[Baca: 5 Tips Memaksimalkan Keuangan Menjelang Lebaran]

 

 

4. Menyiasati Uang Keluar

Teori memang seringkali gak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Ada loh cara agar kamu gak mengeluarkan terlalu banyak biaya tak terduga saat mudik. Salah satunya adalah dengan gak menyediakan uang tunai dalam jumlah sedikit di dompet.

 

Ambil saja secukupnya dan kalau perlu tentukan budgetnya. Terkadang malas kan saat ingin membeli sesuatu di kampung lalu harus mencari ATM dulu. Nah jadi tertolong dong untuk menekan hasrat belanja.

 

5. Batasi Penggunaan Kartu Debit dan Kredit

Simpan kartu kredit dan debit di tempat yang gak mudah dijangkau. Kamu juga harus disiplin dan komit menetapkan anggaran penggunaan kartu debit dan kredit nanti selama mudik.

 

Percuma ya kalau sudah membatasi penggunaan uang tunai tapi gesek sana-sini tanpa dosa. Bisa-bisa setelah selesai mudik kamu tenggelam dalam tagihan kartu kredit. Oh nooo!

 

Hal-hal di atas gak akan berguna sih kalau kamu melanggar semua anggaran dan aturan yang sudah kamu susun rapi. Bukannya mengendalikan pengeluaran selama mudik, bisa jadi malah pengeluaran selama mudik membengkak. Bukan gak mungkin malah menambah beban utang di kemudian hari.

 

habis lebaran terbitlah utang

Punya kartu debit atau kredit jaga baik-baik ya, jangan cuma jaga perasaan hehehe

 

 

[Baca: 5 Tips Promosi Usaha Sampingan Lebaran Biar Barokah Maksimal]

 

 

Belum lagi kalau uang gaji juga ikut terkuras habis, ya wasalam deh. Siap-siap menjalani sisa-sisa hari setelah Lebaran kamu dengan makan mie instan setiap hari. Duh, bisa masuk UGD yang ada masbro!

 

Coba deh kalau memang kamu melakukan rutinitas mudik setiap tahun lebih baik rencanakan jauh-jauh hari dengan menabung sekian persen dari gaji setiap bulan. Semisal gaji per bulan Rp 3 Juta, bisa dong setiap bulan sisihkan saja Rp 100 ribu khusus untuk budget mudik.

 

 

So, selamat merayakan Hari nan Fitri bersama keluarga tercinta di kampung halaman ya!

 

 

 

Image Credit:

  • http://i1.wp.com/kemandirianfinansial.com/wp-content/uploads/2015/02/Mengukur-Tingkat-Pengeluaran.jpg?resize=640%2C427
  • http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/862282/big/027095300_1430105347-biki_22_infojakarta_net.jpg
  • http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2014/10/02/437809/670×335/bank-mandiri-kartu-kredit-dibatasi-biar-tak-berlebihan-belanja.jpg

 

Siapa Bilang Uang Receh Itu Remeh, Simak Nih Manfaat Uang Receh

Artikel DuitPintar.com ini pernah ditayangkan oleh partner content kami, Suara.com

 

manfaat uang receh

 

 

Pasti udah familiar sama pepatah sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit dong? Pepatah ini seperti gak ada matinya, karena selalu relevan di tiap masa. Aseeek!

 

Ada nih cerita, di Jawa Timur, sepasang suami-istri Dimyati dan Lina Latifah membeli sepeda motor tunai dengan uang pecahan 500 perak seberat 75 kilogram! Ciyusan, bukan dongeng loh!

 

Gak kalah nih, di Cina seorang pria bermarga Gan diberitakan membeli mobil dengan duit logam seberat 4 ton! Wow, fantastis dong!

 

Hal tersebut bukan sulap bukan sihir ya. Ternyata, mereka sudah menabung uang kecil itu sedikit demi sedikit sampai akhirnya cukup untuk memenuhi impian. Jadi, keliru kalau menganggap uang receh itu remeh dan gak ada manfaatnya.

 

Terbukti kan kalau manfaat uang receh besar. Bisa melebihi yang bisa dibayangkan orang. Contohnya seperti yang disebutkan di atas. Pastinya gak kebayang kan, bisa beli kendaraan dengan tabungan duit receh?

 

[Baca: Jangan Remehkan Uang Receh Ini 5 Alasan Kamu Gak Boleh Ngeremehin Uang receh]

 

 

Mereka yang nabung duit receh itu mungkin sebelumnya diremehkan. “Nabung kok recehan, mau sampai kapan?” Padahal intinya bukan sampai kapan nabungnya. Tapi tekad untuk nabung, itulah yang penting.

 

manfaat uang receh

Dikit-dikit bisa jadi bukit loh, gak percaya? Coba dulu

 

 

Gak sedikit sih emang orang yang sekali nabung langsung jutaan rupiah. Tapi selang beberapa hari duit itu habis kesedot buat bayar utang.

 

Jadi, jangan malu menabung uang receh. Selain bisa untuk membeli barang yang diimpikan, manfaat uang receh yang ditabung beraneka rupa dalam soal mengelola keuangan. Gak percaya? Berikut ini dua di antaranya:

 

1. Belajar memandang penting hal remeh-temeh

Sesuatu yang remeh-temeh alias sepele buat seseorang mungkin bisa sangat berharga buat orang lain. Lihat deh tuh para juru parkir. Mereka mungkin lebih bisa menghargai duit receh ketimbang kita.

 

Karena mereka terbiasa menerima duit itu sebagai pemasukan tiap hari. Sedangkan kita mungkin menyisihkan kepingan logam itu begitu saja. Bahkan yang jatuh di jalan pun dibiarkan. Padahal, walau nilainya kecil, uang receh tetaplah duit yang punya nilai tukar loh.

 

Coba beli hape seharga Rp 2 juta. Kalau cuma bawa duit Rp 1.999.900, emangnya bisa dibawa pulang itu barang? Wong duitnya kurang seratus rupiah. Ini bakal sangat berguna kalau kita jadi pebisnis.

 

Keuntungan dalam berdagang sekecil apa pun harus dikejar. Itu sebabnya, jangan heran ibu-ibu pedagang di pasar ngotot jual bawang Rp 1.000 meski kita nawar Rp 900.

 

manfaat uang receh

Mbok, bawangnya jangan mahal-mahal yoooo

 

 

[Baca: 10 Aksi Kecil Tapi Realistis dalam Mengatasi Kenaikan Harga]

 

 

2. Punya tabungan tak terduga

Banyak orang berpikir, yang namanya nabung itu harus selalu di bank. Dan jumlahnya mesti banyak sekaligus. Ini beda kalau kita nabung recehan. Gak perlu ke bank buat ngumpulin recehan. Sediakan bekas kaleng biskuit di rumah juga cukup.

 

Setiap ada duit recehan, langsung cemplungin deh. Kalau bisa, dicatat tuh berapa recehan yang ditabung. Kebiasaan ini bisa mendatangkan “tabungan tak terduga”.

 

Disebut tak terduga karena umumnya kita gak berharap lebih dari tabungan recehan ini. Beda kalau kita nabung di bank, yang biasanya ditargetkan khusus dapat berapa dan untuk apa.

 

Tahu-tahu udah berat aja itu kaleng biskuit. Kalau sedang ada kebutuhan mendesak, bisa dibuka lalu dipakai deh tumpukan uang recehan itu. Bahkan bisa jadi nilai uang itu melebihi nominalnya.

 

Tapi ini berlaku hanya kalau duit logam itu tersimpan lama sampai menjadi barang bersejarah yang diburu kolektor.

 

manfaat uang receh

Kalau kamu punya koin jadul, kumpulin aja, siapa tahu dinego kolektor 

 

 

[Baca: 5 Cara Ini Bisa Diterapkan Buat Kamu yang Bergaji Rp 2 Juta Agar bisa Menabung]

 

 

Bukan rahasia lagi kalau benda koleksi bisa berharga mahal. Nah, siapa tahu duit logam yang kita kumpulkan bisa dinilai lebih oleh kolektor. Gimana? Dari hal kecil menabung recehan ini, kita bisa mendapat dampak yang besar kan?

 

 

Sekarang kembali ke kita. Mau ngikutin langkah Pak Dimyati dan istrinya? Atau tetap memandang recehan sebelah mata? Jagan bilang mustahil kalau belum berusaha, ayo menabung dari sekarang!

 

 

 

Image Credit:

  • https://sastraharta25.files.wordpress.com/2015/09/kricik.jpg
  • http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/828008/big/088642900_1426239198-bawang_1.jpg
  • http://1.bp.blogspot.com/-CKF9h6uAThQ/UxgDA9OPjaI/AAAAAAAAETs/FjWHy4l9oSo/s1600/Koin+kepeng+china+dinasti+Song.JPG

Infographic: 10 Nasihat Keuangan dari Masa Depan Buat Kamu yang Masih Usia Kepala 2

usia kepala 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Usia kepala 2 memang selalu identik dengan berjuta keinginan, termasuk soal keuangan. Saat waktu berlalu seiring dengan pertambahan usia, saat berhadapan dengan masalah keuangan, kita biasanya akan merasa menyesal . Iya, menyesal karena sudah menyia-nyiakan masa muda dengan gak peduli soal keuangan pribadi.

 

Angan pun kembali ke masa dulu di mana orang-orang yang lebih tua tanpa lelah memberi nasihat tentang keuangan kepada kita.

 

Ternyata nasihat-nasihat tersebut sebenarnya bisa membantu kita dalam membangun masa depan yang lebih baik dari segi keuangan. Berikut 10 nasihat keuangan dari masa depan buat kamu yang masih usia kepala 2.

 

usia kepala 2

 

usia kepala 2

 

usia kepala 3

 

usia kepala 4

 

usia kepala 2

 

usia kepala 2

 

usia kepala 2

 

usia kepala 2

 

usia kepala 2

 

usia kepala 2

 

11

 

12

 

usia kepala 2

 

usia kepala 2

 

Masih banyak lagi nasihat keuangan yang di luar sana bisa kamu ambil ya. So, jadilah anak muda yang gak gampang galau dan pantang menyerah di segala situasi dan kondisi apapun. Gak ada sukses tanpa perjuangan bro, semangat ya!

Gak Punya Dana Darurat? Siap-siap deh Menumpuk Utang

punya dana darurat

 

 

Dana darurat sering luput dari perhatian dalam pengelolaan keuangan. Padahal keberadaan dana ini amatlah penting, apalagi bila sudah berkeluarga.

 

Misalnya tiba-tiba perusahaan tempat kita bekerja dilanda gonjang-ganjing finansial. Akibatnya, perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ke banyak karyawannya.

 

Apesnya, kita masuk daftar pegawai yang kena PHK itu. Musibah yang datang tanpa diduga ini pastinya bikin runyam keuangan kita.

 

Biasanya dapat pemasukan rutin, sekarang gak ada lagi. Duit pesangon pun gak seberapa karena masa kerja belum terlalu lama.

 

Pada saat seperti inilah dana darurat sangat bermanfaat. Dengan dana itu, kita bisa menyambung hidup lebih lama untuk kemudian mendapatkan “napas” lagi di tempat kerja baru.

 

[Baca: Gak Ada yang Abadi, Kalau Dipecat dari Pekerjaan 5 Hal Ini Bisa Membantumu Bertahan]

 

 

Tanpa dana darurat, kita kemungkinan besar akan menghadapi masalah besar berikutnya: utang. Sebetulnya, utang bukanlah suatu masalah.

 

punya-dana-darurat-1

Utang oh utang, bikin sakit kepala Barbie hehehe

 

 

Tapi fasilitas ini akan berubah menjadi problem jika fondasi keuangan kita gak kokoh saat memutuskan berutang. Fondasi keuangan orang yang lagi menganggur tentunya lemah selemah-lemahnya.

 

Dari mana kita akan mencicil pelunasan utang? Wong gak ada pemasukan. Mengandalkan uang pesangon dan tabungan, oke. Tapi sampai kapan?

 

Hal ini juga berlaku untuk kasus musibah lain, misalnya mengalami sakit parah yang menyedot banyak biaya. Iya, asuransi sudah menutup ongkos berobat. Itu kalau punya asuransi.

 

[Baca: Untungnya Kita Sudah Bisa Merasakan Koordinasi Manfaat BPJS Kesehatan dengan Pihak Asuransi Swasta, Nih Buktinya!]

 

 

Tapi tetap saja keadaan sakit ini bakal mengganggu aktivitas kita dalam mencari nafkah. Ujungnya sama: kondisi finansial terganggu.

 

Bukan Cuma Musibah

Bahkan gak hanya musibah yang membuat dana darurat kelihatan manfaatnya. Seperti diketahui, biaya pendidikan meningkat tiap tahun.

 

Meski kita sudah menghitung biaya itu untuk pendidikan anak kelak, bisa saja dana pendidikan yang kita siapkan kurang. Nah, pada saat inilah dana darurat bisa naik ke panggung.

 

punya dana darurat

Siapa yang gak bahagia lihat anak-anaknya bisa senyum gini ya

 

 

[Baca: Buat yang Sayang Sama Anak. Simak 6 Kesalahan Saat Merencanakan Dana Pendidikan Anak]

 

 

Yang gak kalah penting, dana darurat bermanfaat buat kesehatan psikologis kita. Dengan memiliki dana cadangan ini, kita bisa merasa lebih woles alias nyantai dalam beraktivitas.

 

Bandingkan dengan mereka yang dananya cekak. Pasti kepikiran terus bagaimana nanti kalau duit di tabungan habis karena sebab yang gak bisa dihindari?

 

Berapa Jumlah Dana Darurat?

Kondisi keuangan dan kebutuhan tiap-tiap orang berbeda. Karena itu, jumlah dana darurat bagi masing-masing individu pun gak sama.

 

Dana darurat seorang lajang dibanding keluarga tanpa anak pastinya lebih besar si keluarga. Kalau keluarga sudah punya anak, dananya mesti lebih besar lagi. Makin banyak kepala dalam keluarga, makin gede dana darurat yang sebaiknya disiapkan.

 

Tapi, besar-kecilnya dana darurat juga bergantung pada pemasukan tiap bulan. Sisihkan setidaknya 10 persen dari gaji per bulan untuk dana darurat.

 

Idealnya, seorang lajang punya dana darurat 4 kali gaji. Sedangkan yang sudah menikah punya dana 8 kali gaji. Kalau sudah punya anak, 10 kali gaji.

 

punya dana darurat

Siapin aja dulu, sedia payung sebelum hujan masbro!

 

 

Angka 4,8, dan 10 itu menunjukkan perkiraan berapa bulan kita dan keluarga bisa hidup menggunakan dana darurat tersebut. Akan lebih baik lagi jika dana itu gak hanya disimpan di bawah kasur.

 

Artinya, dana darurat sebaiknya diolah. Yang paling simpel pastinya menyimpannya di rekening tabungan. Jadi, dana itu bertambah dari perolehan bunga, meski terbilang sedikit.

 

Bisa juga mengubah dana darurat ke bentuk investasi emas. Dana yang telah terkumpul dibelikan emas lalu disimpan di bank atau tempat lain yang aman.

 

Pastikan dana darurat itu bersifat liquid alias gampang dicairkan. Kalau dana darurat dibelikan rumah, misalnya, bakal jungkir-balik untuk mencairkannya jika sewaktu-waktu membutuhkan.

 

 

Menjual rumah gak semudah menjual emas atau mencairkan tabungan. Bisa-bisa malah rumah dijual murah biar lekas laku. Maunya sedia payung sebelum hujan, malah sudah basah kena air hujan, eh, kecipratan pula oleh mobil yang lewat.

 

[Baca: 4 Tips Menyiapkan Dana Darurat karena Kamu Gak Tahu Apa yang Akan Terjadi Esok]

 

 

 

Image Credit:

  • http://www.abah-alwi.com/images/solusi-cepat-bayar-hutang.jpg
  • http://finansiala.com/wp-content/uploads/2015/03/Cara-Mempersiapkan-Biaya-Pendidikan-Anak.jpg
  • http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/744521/big/042692600_1412071301-o-GENEROUS-PROVINCES-facebook-850×566.jpg

Sebelum Kredit Mobil Bekas, Kenali Istilah-Istilah dalam Simulasi Kredit Mobil Bekas Ini

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami Finansialku.com

logo finansialku

kredit mobil bekas

 

 

Banyak orang pengin punya mobil, entah untuk kebutuhan mobilitas atau hanya demi prestige. Nah, gimana dengan kamu, apakah sedang berniat membeli mobil bekas dalam waktu dekat ini?

 

Kalau iya, udah mikirin soal pembayarannya gak bro? Mau bayar sistem kontan atau dengan menggunakan kredit?

 

[Baca: Ketahui Hal Ini Sebelum Kredit Mobil Baru atau Bekas]

 

 

Sebelum melakukan simulasi kredit mobil bekas, pahami dulu deh beberapa istilah yang sering muncul saat melakukan simulasi kredit mobil bekas. Simak nih penjelasannya

 

1. Harga On The Road (OTR)

Harga On The Road (OTR) adalah harga beli mobil ditambah semua pajak kendaraan dan berbagai dokumen (STNK dan BPKB). Jadi, harga on the road itu ya harga mobil yang layak digunakan ya.

 

2. Harga Off The Road

Harga Off The Road adalah harga beli mobil, gak termasuk dokumen ya. Jadi kita harus mengeluarkan biaya tambahan buat mengurus semua pajak kendaraan dan berbagai dokumen (STNK dan BPKB).

 

kredit mobil bekas

Jangan gak update informasi bro, siapin dana yang dibutuhin deh 

 

 

3. Tenor atau Periode Pinjaman

Tenor atau periode pinjaman adalah berapa lama atau jangka waktu pinjaman yang ditentukan dalam satuan bulan atau tahun. Biasanya tuh tenor kredit mobil bekas jangka waktunya lebih pendek dibandingkan tenor kredit mobil baru.

 

4. Down Payment (Uang Muka)

Down payment (DP) atau uang muka adalah biaya yang harus dibayar di awal sebagai tanda jadi pembelian kendaraan. Biasanya nih uang muka untuk kredit mobil bekas atau kredit mobil baru sebesar 25% – 30% dari harga mobil.

 

[Baca: Cihuuy Beban Uang Muka Kredit Mobil dan Motor Enggak Berat Lagi]

 

 

5. Plafon Kredit

Nnah, kalau plafon kredit adalah jumlah utang yang harus dibayarkan oleh debitur (orang yang mengajukan kredit). Plafon kredit dihitung dengan cara harga beli kendaraan dikurangi dengan DP mobil. Sementara bunga utang dihitung dari plafon kredit ya, bukan dari harga jual mobil.

 

6. Polis dan Premi Asuransi

Polis dan premi asuransi adalah kontrak atau perjanjian yang terkait dengan perlindungan kendaraan. Perjanjian ini dibuat antara pembeli kendaraan dengan perusahaan pihak asuransi. Pembeli harus membayar biaya administrasi untuk mengurus polis asuransi.

 

Jangan khawatir bro, biaya administrasi ini cuma dibayar sekali pas registrasi. Premi asuransi adalah biaya yang harus dibayarkan setiap tahunnya sebagai bentuk kewajiban peserta asuransi.

 

kredit mobil bekas

Sayang jangan cuma sama pacar, kendaraan juga dong!

 

 

Perusahaan asuransi kendaraan biasanya bakal nawarin dua jenis asuransi kendaraan yaitu all risk dan total lost only.

 

7. Comprehensive atau All Risk Comprehensive

Comprehensive atau asuransi all risk adalah asuransi kendaraan yang memberikan perlindungan terhadap semua jenis kerusakan (yang tertulis di dalam polis).

 

Besaran premi ditentukan dalam persentase, yakni sekitar 1,5-3% dari harga OTR mobil. Jangan lupa ya, harga bakal update setiap tahun.

 

8. Total Loss Only

Asuransi total lost only adalah asuransi kendaraan yang menjamin kerugian total saat terjadi kehilangan akibat pencurian atau kerusakan berat.

 

Definisi kerusakan berat apa ya? Yaitu saat kerusakan kendaraan akibat kecelakaan yang total kerusakan di atas 70%. Biaya asuransi TLO lebih murah dibandingkan dengan asuransi all risk, kurang lebih 1% dari harga OTR per tahunnya.

 

9. Biaya Administrasi

Biaya administrasi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pembeli buat ngurus kredit mobil. Biaya ini dibayarkan hanya sekali juga yaitu pas kita ngurus kredit.

 

10. Biaya Jaminan Fidusia

Fidusia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya adalah: fidusia/fi·du·sia/ n pendelegasian wewenang pengolahan uang dari pemilik uang kepada pihak yang didelegasi.

 

kredit mobil bekas

Karena dunia ini ada hukum legal yang berlaku ya, bukan kayak hutan belantara

 

 

Biaya jaminan fidusia adalah biaya buat ngurus perjanjian utang-piutang yang menyatakan kendaraan (mobil atau motor) yang sedang diajukan kreditnya ini adalah milik debitur (orang yang mengajukan kredit) secara sah. Namun pada kenyataannya BPKB kendaraan tersebut dijadikan agunan.

 

[Baca: Wajib Bermain Angka dalam Ilustrasi Sebelum Putuskan Kredit Kendaraan]

 

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 tentang Pendaftaran Fidusia, perusahaan leasing wajib ngedaftarin jaminan fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian kredit ditandatangani.

 

Jadi, saat kamu lagi ngajuin kredit kendaraan, jangan malu atau ragu nanyain soal fidusia ke pihak leasing ya.

 

 

Biasanya sih biaya fidusia akan dikenakan di awal dan di akhir perjanjian kredit. Besaran biaya jaminan fidusia disesuaikan dengan harga kendaraan, mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 100.000. So, jadilah pembeli yang cermat dan bijak ya!

 

 

 

Image Credit:

  • http://www.ototaiment.com/wp-content/uploads/2015/06/Membeli-Mobil-640×427.jpg
  • http://www.teropongku.com/wp-content/uploads/2016/04/Asuransi-Mobil-Garda-Oto-Fotolia-770×4302.jpg
  • http://thepresidentpostindonesia.com/wp-content/uploads/2013/07/president-post-perjanjian-jaminan-fidusia.jpg

Sebelum Pergi ke Pelaminan, Ketahui Dulu Alur Pernikahan di KUA

alur pernikahan di KUA

 

 

Kawiiin…kawiiin. Rona wajah bakal memerah mendengar sorakan kawan dan kerabat itu. Tapi itu bukan ejekan, melainkan ungkapan kegembiraan.

 

Kawin, nikah, kimpoy atau apa pun namanya, memang bikin perasaan campur-aduk. Antara senang, gugup, dan takut. Semua jadi satu.

 

Masalahnya, perasaan ini kadang bikin kita lupa diri. Termasuk melewatkan proses penting menuju pelaminan di kantor urusan agama (KUA).

 

[Baca: Udah Tahu Nikah Umur Berapa Belum Tentu Tahu Caranya]

 

 

Sebelum pergi ke pelaminan, sebaiknya kita ketahui dulu alur ke KUA. Jangan sampai menganggap remeh urusan di KUA, begitu tiba waktunya malah gelagapan.

 

Gelagapan doang sih bukan masalah. Tapi, kalau sampai gagal menikah di KUA, otomatis efeknya bakal beruntun: resepsi tertunda, padahal undangan sudah tersebar.

 

Berikut ini alur pernikahan di KUA yang mesti kita ketahui sebelum resmi melepas masa lajang:

 

1. Tentukan domisili nikah

Kalau pasangan beda domisili, tentukan mau nikah di mana. Pilih salah satu, bukan dua kali nikah. Sebab, birokrasinya bakal beda.

 

alur pernikahan di KUA

Domisili musti jelas nih bro, jangan labil ya hehehe 

 

 

Misalnya calon mempelai pria dari Yogyakarta, calon istri dari Jakarta. Sementara rencana nikah di Jakarta. Artinya, si pria mesti urus berkas-berkas nikahnya di Yogyakarta dulu, dari keterangan RT sampai kecamatan.

 

Begitu pula sebaliknya. Kalau bisa, setelah nikah salah satunya ganti KTP sesuai dengan domisili biar urusan kependudukan kelak gak ribet.

 

2. Mau nikah kapan?

Gak mungkin dong mau nikah bulan depan tapi sekarang baru ngomong ke orang-orang. Rencana nikah harus dipersiapkan sejak jauh hari, kalau bisa malah setahun sebelumnya.

 

Jadi, segala ide bisa digodok dengan matang dulu sebelum dieksekusi. Misalnya soal domisili nikah di atas. Dengan begitu, berkas-berkas bisa disiapkan dengan santai sebelum mendekati hari-H.

 

Ini termasuk menyangkut rencana biaya. Kalau sudah ada rancangan mau nikah kapan, kita bisa mengatur biaya nikah berapa dan menyiapkannya sehingga cukup begitu hari-H tiba.

 

3. Berkas-berkas sudah siap belum?

Kalau mau nikah di KUA, berkas-berkas kudu siap. Kalau ada satu biji saja ketinggalan, gagal deh itu rencana nikah.

 

Berkas ini antara lain:

– Surat pengantar nikah

– N1 = Surat keterangan nikah

– N2 = Surat keterangan asal-usul

– N3 = Surat keterangan persetujuan mempelai

– N4 = Surat keterangan orang tua

– N5 = Surat keterangan izin orang tua (kalau umur calon mempelai kurang dari 21 tahun)

 

Surat-surat itu bisa didapatkan dari kelurahan tapi harus diurus mulai dari tingkat RT. Jangan lupa siapkan identitas diri seperti KTP dan kartu keluarga plus fotokopiannya.

 

4. Tes kesehatan dulu

Di sejumlah KUA, khusus calon mempelai wanita wajib menyertakan bukti telah diimunisasi tetanus-toksoid. Kalau belum ada imunisasi, kita bisa meminta imunisasi ke puskesmas. Dengan membayar tentunya.

 

alur pernikahan di KUA

Sayang sama calon pasangan hidup ya harus peduli sama kesehatan masing-masing juga dong

 

 

5. Sah di mana?

Nikah di KUA bukan berarti benar-benar baca akad di kantor itu. Kita bisa mengundang penghulu datang ke lokasi resepsi atau ke mana pun. Tapi, biayanya beda.

 

Nikah di KUA biayanya gratis karena penghulu gak perlu keluar ke mana-mana. Mau mengesahkan pernikahan di mana, kita tentukan sendiri.

 

Kalau nikah di luar KUA, biayanya sampai Rp 600 ribu. Tapi bayarnya ke bank, bukan langsung. Tanyakan ke petugas KUA soal pembayaran ini.

 

Aturan pembayaran ini ada di Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Agama.

 

Jika petugasnya minta bayar langsung, hati-hati. Jangan lupa minta bukti pembayaran, takutnya ada oknum yang bermain.

 

[Baca: Polisi Palsu, Pegawai KPK Palsu, Waspadai 10 Petugas Abal-abal Ini]

 

 

Setelah segala hal di atas terpenuhi, tinggal tunggu penghulu meneriakkan kata “Saaahh??” dan hadirin menjawab “Saaaaaaahhhh….” Itu artinya, pernikahan sudah sah secara sipil dan agama.

 

alur pernikahan di KUA

Sah? Saaaahhhhh, Alhamdulillah bro, senyum dong hehehe

 

 

Resepsi bukanlah hal wajib dalam pernikahan. Jadi, boleh-boleh saja nikah di KUA doang. Namun kurang gereget rasanya kalau gak ada resepsi.

 

 

Yang penting, siapkan dulu bujetnya kalau mau menggelar resepsi. Kalau bisa sih jangan sampai berutang. Masih bisa kok bikin resepsi meriah dengan bujet mepet.

 

[Baca: Bujet Nikah Cuma 50 Juta? Nih, Tips Bikin Resepsi Pernikahan Murah tapi Tetap Megah!]

 

 

 

Image Credit:

  • https://cahpct.files.wordpress.com/2014/04/20144241250401.jpg
  • http://i0.wp.com/www.gulalives.co/gula/wp-content/uploads/2016/05/premarital-check-up.jpg?resize=680%2C453
  • http://tango.image-static.hipwee.com/wp-content/uploads/2016/05/hipwee-7-32.jpg

 

Mengincar Rumah Idaman Tapi Jadi Jaminan di Bank, Apa yang Harus Dilakukan?

mengincar rumah idaman

 

 

Jalan buntu pastinya menyebalkan buat hampir semua orang. Sudah berputar-putar, masuk-keluar gang, eh, ketemunya portal.

 

Sama saja kayak orang cari rumah. Beli rumah gak bisa asal-asalan. Harus melihat kondisi A-Z suatu rumah sebelum memutuskan membelinya.

 

Kadang ada rumah yang secara lokasi dan harga menarik, tapi ada buntutnya. Yakni rumah jadi jaminan pinjaman di bank.

Bukan rumah dalam arti harfiah tentunya. Tapi sertifikatnya yang disimpan bank.

 

[Baca: Aset-aset yang Bisa Jadi Jaminan untuk Pinjaman ke Bank]

 

 

Kalau sudah begini, ada dua kemungkinan yang bisa muncul. Pertama, ngotot beli karena sudah kadung suka tanpa pikir panjang. Kedua, tetap minat beli tapi dengan ekstra hati-hati.

 

Yang masuk golongan pertama, siap-siap menelan kekecewaan. Bukan mendoakan, tapi potensi ruginya memang buesaaar.

 

Karena rumah, eh, sertifikat rumah dijaminkan ke bank, otomatis ada kewajiban pemilik rumah itu yang belum tuntas. Jika kita membeli rumah yang bermasalah tersebut, bisa-bisa sudah jatuh tertimpa tangga.

 

mengincar rumah idaman

Udah jatuh hati sama satu rumah tapi sertifikatnya lagi jadi jaminan di bank? Eits, jangan sedih! 

 

Misalnya sudah deal harganya Rp 500 juta. Penjual juga sudah mengaku sertifikatnya lagi “disekolahkan” ke bank.

 

Nah, si penjual mau memberikan rumahnya asal ditransfer dulu duit Rp 500 juta itu ke rekeningnya. Atau down payment alias uang muka kalau mau beli secara mencicil.

 

[Baca: Pengin Ngajuin Kredit Pemilikan Rumah untuk Rumah Bekas? Cukup dalam 5 Langkah Saja]

 

 

Dalihnya, buat menebus sertifikat di bank. Ternyata oh ternyata, setelah transferan masuk, dia kabur gak jelas rimbanya. Gimana coba?

 

Beda kalau menerapkan prinsip kehati-hatian sebelum memutuskan kirim duit. Yang dikirim bukan sejuta-dua juta, tapi puluhan hingga ratusan juta rupiah, lho.

 

Berikut ini langkah mengincar rumah idaman tapi jadi jaminan di bank:

 

1. Minta bukti pinjaman

Pinjaman ke bank tentu ada tanda jadinya, kan. Nah, mintalah tanda bukti pinjaman ini ke pihak penjual. Siapa tahu sertifikatnya ada tapi dibilang dijaminkan ke bank.

 

2. Minta bukti dokumen lain

Yang jadi jaminan di bank biasanya hanya sertifikat rumah tersebut. Berkas lain yang terkait dengan rumah seharusnya ada. Misalnya izin mendirikan bangunan, bukti bayar pajak bumi dan bangunan, serta bukti bayar tagihan listrik, air, dan lain-lain.

 

mengincar rumah idaman

Jangan gelap mata mentang-mentang udah jatuh cinta sama rumahnya, minta surat-surat lain dong! 

 

 

3. Ikat perjanjian hitam di atas putih

Kalau semua bukti di atas ada, penjual mesti mau diikat dengan perjanjian hitam di atas putih. Apalagi kalau kita disuruh bayar duluan.

 

Dalam perjanjian harus dijelaskan bahwa rumah itu akan dibeli kita. Penjual wajib menyerahkan sertifikat setelah mendapat dana untuk melunasi pinjaman ke bank.

 

Penandatanganan perjanjian itu harus dihadiri saksi dari kedua pihak. Jika memungkinkan, sekalian hadirkan notaris yang akan diminta mengurusi dokumen transaksi jual-beli rumah tersebut.

 

Foto-foto jangan lupa sebagai bukti autentik. Bukan mau berpikir buruk, tapi lebih baik sedia payung sebelum hujan ketimbang telanjur kebasahan.

 

4. Over kredit saja

Nah, kalau rumah itu masih dalam masa kredit, mending over kredit sekalian saja. Jadi, kita bersama pihak penjual mengurus bersama ke bank untuk melakukan over kredit.

 

Nantinya, bank akan mengalihkan status kepemilikan rumah itu ke kita. Tentunya setelah segala syarat over kredit terpenuhi.

 

mengincar rumah idaman

Malu bertanya sesat di jalan, iya kan mbak hehehe

 

 

[Baca: Beli Rumah Over Kredit? Jangan Sepelekan Hal-Hal Ini Kalau Gak Mau Rugi]

 

 

Itulah empat langkah yang disarankan bila mengincar rumah idaman tapi jadi jaminan di bank. Yang pasti lebih aman sih minta penjual melunasi dulu pinjaman itu.

 

 

Namun sepertinya mustahil karena biasanya mereka menjual rumah karena terbelit utang ke bank tersebut. Hati-hati keperosok saat melangkah, ya.

 

 

 

Image Credit:

  • http://www.gmadridproperty.com/wp-content/uploads/2015/12/Buy-Bank-Owned-Properties-850×450.jpg
  • http://citragardencity.com/wp-content/uploads/2015/10/izin-mendirikan-bangunan-imb.jpg
  • http://103.253.112.93/epaper/data/Koran%20Sindo%20Nasional/2015-12-16/Properti/Agar%20Tak%20Rugi%20saat%20Over%20Kredit%20Rumah/Koran_Sindo_Nasional_2015-12-16_Properti_Agar_Tak_Rugi_saat_Over_Kredit_Rumah_1.jpg

 

Jangan Cuma Asal Gesek, Kamu Harus Melek Soal Keamanan Kartu Kredit

keamanan kartu kredit

 

 

Siapa yang enggak bangga punya kartu kredit. Pertama, enggak semua orang bisa punya. Cuma mereka ‘yang dipercaya dan terpercaya’ aja yang dapat kartu kredit.

 

Kedua, kartu kredit bisa naikkan derajat status sosial meski semu sih. Habisnya itu kan kartu lisensi utang. Cuma tetap saja berasa beda gitu kalau punya kartu kredit.

 

Ketiga, hidup terasa lebih mudah. Semua transaksi bisa dibereskan cukup bermodalkan kartu kredit. Entah itu bayar tagihan rutin, shopping, makan di resto, belanja online, sampai bayar taksi!

 

Sudah cukup tiga aja yang disebut mengingat fokus yang mau dibahas adalah gimana caranya mengamankan kartu kredit dari orang-orang jahil.

 

Melek keamanan kartu kredit itu hukumnya wajib buat semua pemilik kartu kredit. Jangan sampai muncul anggapan kartu kredit itu sumber malapetaka dari kerugian finansial. Padahal, lagi-lagi itu terjadi karena lalai jaga keamanannya.

 

[Baca: Dahului Berpikir Gimana Amankan Kartu Kredit, Baru Bertransaksi Kemudian]

 

 

Lebih-lebih di era serba online macam sekarang. Sudah enggak kehitung orang yang jadi dampak cybercrime karena menggunakan kartu kredit begitu bertransaksi secara online.

 

keamanan kartu kredit

Jangan kudet dong, zaman serba online nih, tapi ingat musti hati-hati bro

 

 

Ada temuan menarik dari Norton Cyber Security Insight Report yang menemukan 47 persen konsumen jadi korban cybercrime saat menggunakan kartu kredit. Kerugiannya enggak sedikit lho. Rata-rata nilai apesnya sampai 300 dollar AS atau di kisaran Rp 3,5 jutaan. Duit yang enggak sedikit tuh!

 

Pada prinsipnya, kejahatan kartu kredit itu bersumber dari pencurian data-data nasabah. Maka itu, data-data itu tak boleh diumbar ke sembarang orang.

 

Sebenarnya langkah paling sederhana memproteksi kartu kredit adalah memperlakukannya seperti uang tunai. Jaga baik-baik. Berikutnya jangan cuma mengandalkan doa biar enggak jadi target kejahatan.

 

Mengamankan kartu kredit menuntut keaktifan si pemegangnya. Apa saja yang mesti diketahui seputar keamanan kartu kredit? Cekidot terus yak.

 

1. Kenali sistem transaksi kartu kredit

Kartu kredit di Indonesia menerapkan dua sistem transaksi yakni magnetic stripe dan chip. Yang pertama, transaksi dianggap afdol bila si pemegang membubuhkan tanda tangan. Model begini membuka peluang pemalsuan tanda tangan.

 

Langkah amannya adalah selalu awasi saat transaksi dengan swipe kartu kredit. Pastikan kasir hanya menggesek kartu hanya sekali. Jangan biarkan merchant melakukan gesek ganda (double swipe) karena berpotensi data-data tercuri.

 

keamanan kartu kredit

Gesek sana gesek sini trus tepok jidat deh!

 

 

Yang kedua sistem chip di mana di tiap transaksi wajib menggunakan PIN (personal identification number). Transaksi ini dinilai lebih aman karena PIN sifatnya rahasia dan cuma diketahui pemilik seorang.

 

Apapun sistem transaksi kartu kreditnya, pastikan semua bukti transaksi disimpan sebagai bukti di kemudian hari.

 

2. Nomor kartu kredit dan CVV

CVV atau cardholder verification value adalah tiga atau empat kode angka rahasia di belakang kartu kredit. Kartu kredit Visa atau MasterCard biasanya punya tiga digit sedangkan American Express ada empat digit.

 

[Baca: Kartu Kredit Virtual Cara Ciamik Belanja Online]

 

 

Kode angka CVV ini lebih sering digunakan untuk transaksi secara online. Perlu diluruskan di sini, mencantumkan nomor CVV ini kadang dianggap prosedur aman bertransaksi online. Padahal itu tidak 100 persen betul.

 

Justru nomor CVV itu berkaitan dengan nomor kartu kredit di depan kartu kredit. Artinya, memprotek kartu kredit jangan cuma mengandalkan nomor CVV saja tapi juga nomor kartu kredit yang berjumlah 16 digit.

 

keamanan kartu kredit

Jangan cuma tahu pakai kartu kreditnya aja ya, tapi gak aware sama CVV

 

 

[Baca: Kenali Fisik Kartu Kredit Mu Biar Bisa Digunakan Maksi]

 

 

So, hindari mengumbar nomor kartu kredit ke sembarang orang. Itu saja kuncinya. Kalau pun memberikan nomor kartu kredit saat bertransaksi online, catat di situs mana saja data itu dibagi. Misalnya situs e-commerce, reservasi hotel, dan lain sebagainya.

 

3. Rahasiakan nama asli ibu kandung

Buat yang pernah menelepon contact center kartu kredit, pasti pernah diminta untuk menyebutkan nama asli ibu kandung. Tahu maknanya? Ya karena nama asli ibu kandung menjadi pertanyaan wajib untuk memverifikasi transaksi. Atau bisa menjadi pembuktian kebenaran kepemilikan kartu kredit.

 

Nah, kalau nama asli ibu kandung diumbar, maka potensi menjadi target penyalahgunaan kartu kredit terbuka lebar.

 

4. Jangan fotokopi atau memfoto kartu kredit

Langkah mengamankan kartu kredit adalah jangan difotokopi. Meski dalam bentuk fotokopi, kartu kredit tetap bisa disalahgunakan orang lain. Di samping itu, bank tak pernah minta fotokopi atau salinan kartu kredit dalam setiap transaksi.

 

5. Notifikasi transaksi via ponsel

Penerbit kartu kredit sudah memberikan fasilitas notifikasi transaksi via ponsel. Pastikan nomor ponsel yang digunakan untuk notifikasi hanya diketahui penerbit bank kartu kredit.

 

keamanan kartu kredit

Punya hape canggih harus smart juga dong bro!

 

 

Fungsi lainnya dari notifikasi ini adalah memberitahukan bila terjadi transaski dengan kartu kredit. Bila tak merasa, segera hubungi contact center untuk membatalkannya.

 

 

Itulah cara-cara mengamankan kartu kredit agar tak disalahgunakan orang jahil bin usil. Melek keamanan kartu kredit sangat penting agar kenyamanan bertransaksi lebih terjamin. Coba sekarang dicek, sudah amankah kartu kredit di dompet?

 

[Baca: Amankan Kartu Kredit Biar Enggak Dicolong Orang]

 

 

 

Image Credit:

  • http://www.wego.co.id/berita/wp-content/uploads/2012/10/cc-2.jpg
  • http://4.bp.blogspot.com/-NJ-a6Av0O8g/UvQ8kN9SukI/AAAAAAAAANs/N1JMpu0f5-I/s1600/swipe.jpg
  • http://gadoga.com/img/penipuan-kartu-kredit-mandiri-bca-bri-bni-danamon-cimb-mega-syariah-credit-card.jpg
  • http://www.bca.co.id/~/media/Images/BCA-WEB/BCA-DAY-1-Mobile-BCA-1.ashx